5.11.25

Bahkan dalam wujud yang berbeda aku mengenalmu sebagai Cinta

Sejak masa dunia masih sederhana,
aku jatuh cinta pada cara matamu menatap mataku—
seolah-olah kau menyelami jiwaku,
dan menemukan sesuatu yang bahkan aku sendiri tak tahu ada.

Tahun berganti,
aku tumbuh, patah, belajar, menunggu.
Kau tetap tinggal di ruang tak bernama,
antara kenangan dan kemungkinan.

Setelah waktu berjalan begitu jauh,
kau datang dalam mimpi
bukan dengan wajah yang dulu,
bukan tubuh yang kukenal,
namun jiwaku bergetar seolah berkata,
“itu dia.”

Aku mengenalmu bukan dengan mata,
tapi dengan sesuatu yang lebih purba,
lebih tua dari waktu dan nama.
seolah ada bagian di dalam diriku
yang mengenalmu sejak sebelum dunia mengenal nama.

Namun aku lelah.
Cinta ini seperti api kecil
yang tak padam tapi juga tak menghangatkan.
Aku berdiri di antara ingin percaya dan ingin bebas,
antara menunggu dan melupakan.

Mungkin saatnya aku menyerah,
bukan karena tak cinta,
tapi karena ingin pulang pada diriku sendiri.

Jika memang jiwamu adalah rumahku,
biarlah semesta yang menunjukkan jalan pulang—
entah padamu,
atau pada ketenangan tanpa namamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar