Tatapanku terpaut besi canggih
Berselancar menyusuri delusif dunia
Sesekali sukmaku mengambil alih
Cekcok dengan diri sendiri
"Biarkan aku pergi,
Menyusuri jalanan mengamati cakrawala
Hanya aku. Ku biarkan kau disini bersama
Benda-benda ini."
"Tidak bisa, aku butuh kamu
Demi tubuh ini, Demi selembar
kertas penukar."
Ku tegakkan badan kembali
Menjerat sukma fokus bekerja
"Sampai kapan?"
"Sampai mampus."