muakku sudah sampai ubun-ubun,
ku lewati seribu cara, menghapus resah.
ku rapal doa-doa pada Tuhan, sering.
air mataku tumpah ruah di atas sajadah, sudah.
berdoa di jalanan, pernah.
tapi kenapa tentangnya masih jadi opsi?
apa perlu aku ke dukun, agar cinta ini pergi?
atau ke kyai saja, biar jiwa ini diruqyah?
atau bersekutu dengan setan sekalian?
aku bingung, sumpah!
ini kasih sungguh rekat di angan.
kau apakan aku, Tuhan?
pagi syukurku terganti dengan dukacita,
saat ia mampir ke mimpiku tanpa bicara.
pakai cara apalagi biar aku rela?
..."ku sumpahi kau cepat nikah!
carilah wanita cantik seperti biasanya.
punya anak sepuluh kalau bisa!
biar pahamku khatam,
kalau aku tak punya harapan."
tapi sumpah ini pun tak cukup,
cinta masih mengendap, merajut pilu.
aku terjebak dalam labirin rindu,
di mana langkahku selalu kembali padamu.
