Dua hari lalu, aku kembali lagi ke loteng rumah. Aku perlu waktu sendiri untuk berpikir dan merenung, atau sekadar duduk-duduk melamun. Ngobrol sama angin, tembok, langit dan akhir-akhir ini sama kucing.
klutaakk..
Refleks aku menolah ke arah suara itu berasal, 'Ealah kucing iku neh, tiwas tak kiro malaikat zabaniyah, jantungku kadung deg-degan tak pikir jatuh cinta', batinku. 'huft!'. aku menatap langit kembali. Dia--kucing itu-- seperti yang lalu, rebahan disebelahku.
"Tekan ndi ae kuwi?", tanyaku saat dia sudah mapan tiduran.
"Tolek pindang, nemu balunge tok. Asu tenan wong-wong iki!"
"Oalah", jawabku singkat tanpa melihat kearahnya.
"Jancik oalah tok, mbok yo sampeyan ki shodakohno iwake sampeyan ning aku sitik ae. Cerit nemen menungso iki!"
"Gelem tahu a?", tanyaku.
"Gak!! SUWON!!", dari nada suaranya nampak dia kesal sekali. "Yawis", balasku cuek, aku menahan tawa melihat dia jengkel sendiri.
Kita terdiam lagi. Dia tidur, aku memangku tangan diatas lutut, kurebahkan kepalaku, melihat kegiatan orang-orang dari atas sini. Saat itu, dari HP acak memutar lagu, Jamrud - Pelangi Dimatamu.
Mungkin butuh kursus
Merangkai kata untuk bicara
Dan aku benci harus jujur padamu,
Tentang semua ini
........
Aku sayang padamu
Aku sayang padamu
Begitulah liriknya. Tiba-tiba aku ingat seseorang.
"Cing pernah gak kuwi naksir wong tapi ga wani ngomong?", tanyaku ke dia, memecah keheningan.
"Gak blas, nek naksir yo mestine diomongno, wong hak kabeh wong ngungkapno roso. toh iku yo guduk pilihane awakdewe naksir ning dee, pilihane awadewe yo ngungkapno o gak.".
Aku mengangguk-angguk, mengiyakan jawaban sok bijaknya tapi benar itu.
"Terus piye, cing? aku isin, gak nyongko sisan iso sampe seseneng iki ning wong"
"Lanang ta wedok?", tanyanya.
"Lanang lah cuk! jaluk di congor mbun-mbunane", aku menatapnya, dia menatapku balik dengan wajah serius..
"Omongno ae lah, sesuk iki loh pas valentinan. Tukokno saridele ning bulek Ju, mbek kembang kamboja jupuk ndek kuburan cidek samsat konoh."
Aku tertawa ngakak, Jancuk! mana ada orang ngasih kado valentine berupa sebungkus es saridele dan sekotak bunga kamboja? Tapi, boleh juga sih, perpaduan antara lucu, malu-maluin, antimainstream dan gak ada duwit.
"Tambahno surat tanah lak dee gelem", tambahnya. Semakin buatku ngakak tepingkal-pingkal. PARAH! kucing bisa ndagel.
"Nggak ah cing, sik gak wani"
"Ealah yawis, simpeno ae iku perasaan sampeyan sampe blenek", katanya.
"Iyo", jawabku singkat dan jelas. 'Nanti lama-lama juga aku lupa', tambahku dalam hati. Jawaban yang sama seperti jawabanku lima tahun lalu.
Lalu aku teringat sesuatu, aku turun kebawah, buka rak, kuambil separuh tongkol di mangkok lauk punya Ibuku. Lalu aku taruh didepannya. dia bangun dari tidurnya mendengus ikan tongkol tepat didepan hidungnya, terkejut, wajahnya sumringah.
"Gawe aku a, mbot? eh, sowry gak sopan, gawe aku ta, mbak? Gratis gak iki?", tanyanya dengan wajah berseri-seri bahagia.
"Yo'i, Gratis. Iku dalam rangka hari kasih sayang."
"Hari kasih sayang kan gak onok harine, sak mbendino, berarti sampeyan kudu ngeki aku iwak sak mbendino. Yo oraaaa?!" Katanya, dengan wajah yang semakin sumringah.
"Yoi", Jawabku singkat. "Wah, Suwon, mbak sampeyan pancen the best trulala", Tanpa basa-basi, dia langsung melahap tongkol yang kucuri dari rak rumahku sendiri. "Lho, gak moco bismillah sek", protesku.
"Aku atheis."....
Lalu aku teringat sesuatu, aku turun kebawah, buka rak, kuambil separuh tongkol di mangkok lauk punya Ibuku. Lalu aku taruh didepannya. dia bangun dari tidurnya mendengus ikan tongkol tepat didepan hidungnya, terkejut, wajahnya sumringah.
"Gawe aku a, mbot? eh, sowry gak sopan, gawe aku ta, mbak? Gratis gak iki?", tanyanya dengan wajah berseri-seri bahagia.
"Yo'i, Gratis. Iku dalam rangka hari kasih sayang."
"Hari kasih sayang kan gak onok harine, sak mbendino, berarti sampeyan kudu ngeki aku iwak sak mbendino. Yo oraaaa?!" Katanya, dengan wajah yang semakin sumringah.
"Yoi", Jawabku singkat. "Wah, Suwon, mbak sampeyan pancen the best trulala", Tanpa basa-basi, dia langsung melahap tongkol yang kucuri dari rak rumahku sendiri. "Lho, gak moco bismillah sek", protesku.
"Aku atheis."....