24.2.21

Beginning Middle End

There's magic in details

14.2.21

#Feelingnmeaning

Connected I | 01.21

Connected II | 02.21

Pro dan Kontra, yin dan yang, b&w, benar dan salah, proton dan neutron dsb. Berbeda tapi saling melengkapi, yang beda tidak sepenuhnya beda, yang sama juga tidak sepenuhnya sama. Ada perbedaan dalam persamaan, dan ada persamaan dalam perbedaan. Semua terhubung dalam entitas yang besar, yaitu kehidupan.

==========

Identity | 02.21

Sebenarnya ini terinspirasi dari sajak yang aku baca di salah satu blog stranger di internet. Identitas manusia terdiri dari nomer-nomer dan dokumen : tanggal lahir, No.KK, NIK, KTP, Akte, No. absen, BB, TB. Dan kita juga punya nilai-nilai personal yang membentuk kita, lalu jadi identitas kita.

==========

Feeling Blue | 09.20

Dari lagunya Bob Marley yang No Woman No Cry. Aku kira kalimat itu bermakna keangkuhan, tapi Setelah aku baca-baca konteks dari lagunya ternyata makna dari judul lagu itu lebih ke mangayomi dan menenangkan. No, woman, no cry.

==========

Ugly Duckling | 12.20

Terinspirasi dari spongebob waktu scene "I'm ugly and I'm proud" dan terpikirkan juga standar kecantikan yang dibicarakan banyak orang. But I think, we are beyond than those standards. We are more than flesh and blood.

“I'm not a body with a soul, I'm a soul that has a
visible part called the body.”

― Paulo Coelho, Eleven Minutes

7.2.21

/Us/
We've got our wings and we're chasing the wind
We have to believe that there's more than it seems
More than a soul in a boat in a sea of sinking dreams
We're all looking for something, for someone, for anything
For anyone and we're gonna fly on a white wind
We're gonna dance through a blue sky. 
Will the faithful be rewarded when we come to the end?
Will we miss the final warning from the lie that we have lived?
Have we wasted all our days?
Are we born from the seed of disguise?
Do we pray to become undone?
We are gonna walk this life til we're outta breath til we're outta sight
And every road we take will lead us to home, our home
Just shine till there's nothing left, but us.

/Us-II/
And who's gonna make us fall in love?
We don't say much at all
Did we realize that it breaks our heart? 
Every time we see our tears
We part like rivers, rivers do. 
We wanna see what we see when we sleep
We wanna know where we gonna go
We only know we feel it in our bones 
and wear it on our skin
But there is no use in right or wrong
When a heart must go where it belongs.

/Us-III/
We'll take a quite places
A heart that's full up like a landfill
We look so tired at the bruises that won't heal
Seems like time can't erase a strong feeling
And we know how just to cry
And we know how just to happy
And we know how just to touchy
We don't know how to stop loving it purposely.

*Dari lagu-lagu yang diputar acak

4.2.21

Ilusi

Tiba-tiba aku berlari kemanapun langkahnya pergi. Memperhatikan setiap gerak yang dilakukan. Aku mencoba untuk tidak berbalik, menoleh, mendongak, menunduk, bahkan tidak mau berkedip. Terpaksa melihat peristiwa yang tidak ingin aku lihat. Lecet, tersandung, tersungkur, karat sampai sekarat; Aku tetap mengikuti.

Ketika aku melirik kearah lain barang sedetik, muncul sebuah tanda. Seolah seperti sihir, aku langsung membelalakkan mata kembali fokus. Meski tidak pernah terlontar satu huruf pun dari bibir, meski hanya tanda aneh tak masuk akal. Seolah aku mengerti tatapan mata, mimik, gerak-gerik; berkat intuisi dan analisa gilaku, selalu kutemukan makna yang lebih gila diluar nalar.

Dia terus berlari.. aku berlari sekuat tenaga untuk berada sejajar. Semakin aku pacu lariku, semakin jauh. Aku sempat berhenti. Dia ikut berhenti seolah--mungkin berpura-pura--menunggu, lalu muncul lagi tanda aneh. Aku kira aku mengerti. Aku berlari lagi, dia berlari lagi. Aku berhenti. Dia berhenti. Aku lari, dia lari. Aku berhenti dia berhenti. Aku bertanya, dia tidak mendengar. Aku memberi tanda, "Siapa namamu?"; Dia memberi tanda : 

"I.. L.. U.. S.. I."

2.2.21

*Miruoy noitani gami

M i r u o y n o i t a n i g a m i = i m a g i n a t i o n y o u r i m

I'm your imagination

Dibalik Kucing Ajaib

Suatu hari yang cerah di bulan ke dua abad ke dua puluh tahun dua puluh satu, aduh ribet! Intinya di hari Senin pagi 26 jam 40 menit 15 detik lalu. 

Tidak terasa setahun begitu cepat terlewati, kucing itu kembali menampakkan batang hidungnya. Kucing ajaib yang jadi teman berbagi rasa dan pikiran ku selepas-lepasnya.

"Wis suwi ra tau ketok, ning ndi ae?" Tanyanya sejenak saat aku duduk disampingnya.

"Seharuse aku sing takon cing, it's been a long day, how's life?" Tanyaku balik, dengannya aku merasa tidak punya rasa malu, sungkan, atau gak nyaman memamerkan pencapaian lisan bahasa inggrisku yang masih pletotan.

"Well, everything is allright, yours?"

Aku lumayan kaget dengan jawabannya. Lha baru kali ini eh ada kucing yang bisa ngomong pake bahasa Inggris kecuali Garfield dan Tom.

"Kayak sponsor cing, Life is never flat. Ngomong-ngomong kenopo kuwi mesti teko pas bulan Februari tok, liyane ning ndi?"

"Aku datang dan pergi sesuai yang kamu harapkan mbak.... Miruoy noitani gami." *

"Haaa? kuwi ki ngomong opo tho, aku ga iso bahasa Jepang, bahasa Inggris ae sik belajar"

Dia tidak menjawab.. Aku mikir-mikir mencerna apa arti dan maksud kalimat terakhir.

Beberapa menit otak bekerja, tiba-tiba.. kling! Lampu 5 WAT menyala diatas kepala.

"Serius cing? jadi selama iki...." Aku termangu sampai tidak bisa meneruskan kalimat yang seharusnya aku tanyakan.

"Yaaa, I never exist in this world, mbak."

"So, are you ALIVE or not?" Tanyaku lagi. (Beri penekanan di kata berhuruf balok)

Dia hanya mengangkat bahu, lalu sekejap mata menghilang.

Lima detik kemudian dia muncul kembali...

"Biar penasaran.." Sembari nyengir, lalu sedetik kemudian menghilang.

Aku terbengong-bengong sendiri.