4.2.21

Ilusi

Tiba-tiba aku berlari kemanapun langkahnya pergi. Memperhatikan setiap gerak yang dilakukan. Aku mencoba untuk tidak berbalik, menoleh, mendongak, menunduk, bahkan tidak mau berkedip. Terpaksa melihat peristiwa yang tidak ingin aku lihat. Lecet, tersandung, tersungkur, karat sampai sekarat; Aku tetap mengikuti.

Ketika aku melirik kearah lain barang sedetik, muncul sebuah tanda. Seolah seperti sihir, aku langsung membelalakkan mata kembali fokus. Meski tidak pernah terlontar satu huruf pun dari bibir, meski hanya tanda aneh tak masuk akal. Seolah aku mengerti tatapan mata, mimik, gerak-gerik; berkat intuisi dan analisa gilaku, selalu kutemukan makna yang lebih gila diluar nalar.

Dia terus berlari.. aku berlari sekuat tenaga untuk berada sejajar. Semakin aku pacu lariku, semakin jauh. Aku sempat berhenti. Dia ikut berhenti seolah--mungkin berpura-pura--menunggu, lalu muncul lagi tanda aneh. Aku kira aku mengerti. Aku berlari lagi, dia berlari lagi. Aku berhenti. Dia berhenti. Aku lari, dia lari. Aku berhenti dia berhenti. Aku bertanya, dia tidak mendengar. Aku memberi tanda, "Siapa namamu?"; Dia memberi tanda : 

"I.. L.. U.. S.. I."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar