/1/
didendangkan nada-nada cinta
ditulis puisi kekaguman atas kuasaNya
menatap ciptaanNya penuh takjub luar biasa
tak lupa menyebut namaNya kala bicara
tapi tau tidak? itu hanya bualan semata!
saat tidak ada manusia yang melihat
tak segan dilanggar laranganNya
tak ragu abaikan perintahNya
/2/
Obsesi pada simbol-simbol agama
menyiarkan hukum-hukum Tuhan, sampai lupa
seolah hakim bagi yang tak seiman
seolah sempurna benar bagi yang tak sejalan
tanpa sadar, mengkerdilkan Tuhan
padahal, jangan-jangan,
pikiran sendiri yang dangkal?
/3/
darinya Tuhan menjelma penuh kasih sayang
tuturnya lemah lembut pada siapa saja yang datang
mencintai Tuhan sebanding mengasihi ciptaanNya
cintaNya masuk ke relung-relung hati
memenuhi darah, mengiringi detak jantung
menemani tiap langkah laki, hembusan nafas
bahkan kedipan mata
yang nampak hanya cintaNya
yang keluar dari bibir adalah kasihNya
yang terpancar dari perilakunya ialah cahayaNya
/4/
ibadah sebab suatu keharusan
kebiasaan turun temurun
lakunya tak ubah penggugur kewajiban
sembari meminta ini itu
sembari bercerita begini begitu
bak wadah untuk mengadu
bagai ombak di lautan
kadang kejam menghantam bebatuan
kadang kala tenang dalam kedangkalan
20.6.20
15.6.20
do'a
tak ada jarak
tak laku waktu
doa melanglang buana ke penjuru dunia
tak ada sekat
tak laku liku
doa menulusuk bilik- bilik ragu
tak ada batas
tak laku kelas
doa 'kan menggema di angkasa luas
tak ada raga
tak laku ras, agama, suku
doa selalu berlayar menuju yang dituju
tak laku waktu
doa melanglang buana ke penjuru dunia
tak ada sekat
tak laku liku
doa menulusuk bilik- bilik ragu
tak ada batas
tak laku kelas
doa 'kan menggema di angkasa luas
tak ada raga
tak laku ras, agama, suku
doa selalu berlayar menuju yang dituju
14.6.20
Milik siapa?
Saat muda-mudi dilanda cinta..
Aku mencintaimu karena itu aku ingin kamu jadi milikku, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!, katanya dengan suara penuh penekanan, yakin.
Aku pun mencintaimu, tapi bagaimana kamu bisa memiliki ku jika ragaku saja bukan milik ku?, jawab lainnya sekaligus tanya.
Seketika hening. Mungkin keduanya sibuk mencari jawaban yang tepat.
Aku mencintaimu karena itu aku ingin kamu jadi milikku, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!, katanya dengan suara penuh penekanan, yakin.
Aku pun mencintaimu, tapi bagaimana kamu bisa memiliki ku jika ragaku saja bukan milik ku?, jawab lainnya sekaligus tanya.
Seketika hening. Mungkin keduanya sibuk mencari jawaban yang tepat.