1.8.21

Berserah Diri

Sungguh manusiawi jika kita merasa susah dan mengeluh. Tuhan Maha adil membagikan gembira dan lara pada semua orang sesuai porsinya masing-masing, tanpa pandang bulu. Setiap orang memiliki arenanya sendiri. 

Sesuatu yang wajar jika kadang kita merasa bahwa dunia sedang menghantam wajah kita atau kaki-kaki kenyataan mendorong punggung kita agar terjatuh sehingga muka bersilaturahmi dengan trotoar kehidupan. Lebam dan beset sudah risiko. 

Saya semogakan kita selalu memiliki jiwa legowo, ikhlas, dan berserah diri padaNya dalam menjalani proses hidup yang saya rasa hanya sekejap mata ini. Semoga kelak kita akan kembali keharibaanNya dalam keadaan husnul khatimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar