1.8.21
Berserah Diri
5.7.21
Secuil Jejak Waktu
Kalau-kalau nanti tiga puluh atau delapan puluh tahun umurku
Aku harap diberi setahun atau enam bulan atau sebulan, seminggu
Sehari, sejam, sepuluh menit, atau dua menit
Agar aku bisa lebih memahami dan mengosongkan tanya
yang memburuku tanpa ampun, biar setidak-tidaknya eksistensiku diakui
Sekali dalam genggaman jejak waktu
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, apalagi seminggu
Tak pernah tertinggal sejejak pun waktu
Yang sotoynya ku tebak takkan mampu hingga nanti
Aku cemburu pada waktu-waktu yang haram ku katakan secara gamblang
Yang samar-samarnya mengkristal jadi artefak di angan, menghantui tiba-tiba
Sebulan, enam bulan, setahun, tujuh tahun atau sepertiga abad lamanya
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, atau setahun
Tak ada jejakku dalam jatah waktu
Maka tak sepetak pun ruang khusus untukku
Kecuali sedikit waktu yang sekadar berdetak tak berbekas
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, seminggu, setahun,
Tujuh tahun, tak pernah ada secuil jejak waktu
10.6.21
Biarkan langit memutuskan
3.6.21
Sembahyangku hari ini
Perasaan tenang dan dada yang lapang hari ini tidak kau dapat dari sembahyang. Sembahyang bukan lagi kebutuhan tuk merasakan kehadiran Tuhan dalam diri. Sembahyangmu hanyalah berupa gerakan badan. Tak sedikitpun menyentuh jiwa, tak menghangatkan hati, maupun menjernihkan pikiran. Sembahanyangmu disetiap hari, tak lebih dari rutinitas penggugur kewajiban.
24.5.21
#feelingnmeaning
Kertas A2, cat acrylic, bulpoin, water color.
18.5.21
4.5.21
I don't know what love is
Whether love is life itself and the world, isn't it?
Water stream and its gurgling,
Leaves fall and whirlwind,
You and me,
I and live,
Life and the world,
Poets and poetry,
Tea or coffee,
Guitar and music,
Isn't it?
This Sunday evening,
splash water on my face,
A second gone by itself,
The cold linger occupy my mind.
Actually, my heart mystify warm.
27.4.21
Jika aku terlahir tuli buta dan bisu (Siapa lah aku)
Jika aku terlahir tuli.
Akan kah dunia begitu sunyi?
Apakah aku bisa dengar berisiknya suara alam?
Jika aku terlahir buta.
Bisa kah aku lihat warna cahaya?
Akankah aku tetap kagum pada indahnya dunia?
Jika aku terlahir bisu.
Mampukah orang-orang memahami gerakan tangan,
tulisan bahkan maksud dari igauanku?
Bisakah mereka membaca raga, batin, dan jiwaku?
Jika aku terlahir tuli, buta, dan bisu.
Meski tak cacat sedikit pun intuisi, perasaan, dan akalku.
Mampukah aku tetap menerima gelap dan terang dalam aku?
Tapi, bagaimana jika aku terlahir cacat pikiranku.
Bisa kah aku mengenal diri sendiri dan mengenal-Mu?
Lantas, marah kah Engkau karena itu?
Jika aku, tidak pernah lahir, Tuhan..
Jika aku, tidak pernah ada.
Jika aku tidak pernah diciptakan..
Bagaimana jadinya aku?
Adakah aku?..
Siapa lah aku.
25.4.21
Under the vast sky
At night in a crowded city,
People rest themselves.
I sit alone under the vast sky,
On the silent street.
Dream, dream on,
I find solitude and peace.
24.4.21
That years
What will it be?
I find that seasons too,
has come and gone.
Flowers will bloom;
to fall under the wind.
Frolicking by destiny's whirl,
22.4.21
Hopeless
The gloomy clouds above in the dark night
Covering the sky by its pitch black
How will I ever see the light?
10.4.21
Hal yang tidak ingin dilupakan..
10.3.21
Ah, Kita seharusnya Sedih
5.3.21
24.2.21
14.2.21
#Feelingnmeaning
visible part called the body.”





