Pak buk aku tidak bisu
Aku bicara lantang
Pita suaraku hampir putus
Tapi aku tidak pernah didengar
Apa mereka yang tidak punya telinga?
Tapi kulihat dua telinga mereka terpampang
Kenapa mereka tidak bisa mendengarku?
Apa mereka semua tuli?
Setidaknya jika tak punya telinga
Dengar kami dengan hati nurani
Pak buk terimakasih aku tidak buta huruf
Sudah kutulis ratus, ribuan bahkan jutaan kata
Tapi mereka tidak pernah membaca tulisanku
Tak iba pada rongrongan kataku yg meronta-ronta
Apa mereka yang buta huruf?
Tapi mereka bisa membaca
Kesempatan busuk memperkaya sanak family mereka
Pak buk puji Tuhan aku bisa melihat
Hamparan luas rumah tak beratap
Hamparan luas rumah tak beratap
Apa tidak mereka lihat keadaan kita?
Kesejahteraan mana yang mereka bicarakan?
Kita, atau mereka sendiri?
Siapa yang mereka wakilkan?
Kita, atau kemakmuran mereka sendiri?
Siapa yang mereka wakilkan?
Kita, atau kemakmuran mereka sendiri?
Pak buk sumpah apa yang mereka gaungkan?
Tuhan saja mereka kibuli, apalagi kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar