Kota Pahlawan dilanda hujan sejak sore tadi. Saya di teras rumah makan kue buatan Ibu ditemani What a Wonderfull World cover by Playing for Change. Aroma hujan membawa angan melayang menembus ruang dan waktu, menjelajahi imajinasi.
***
Suatu sore di teras rumah, hanya duduk-duduk santai dikursi kayu bercat biru. Menulis surat untuk seorang teman, ditemani induk ayam dan anaknya yang berkeliaran kesana-kemari. Kumbang-kumbang bersenda gurau dengan bunga liar, kupu-kupu bersayap abstrak dan semilir angin bersekutu akan menebar nektar. Ranting-ranting berkolaborasi dengan gemericik air menghasilkan musik alam.
Kuperhatikan langit oren berawan abu-abu pertanda mendung. Ilalang menari berduet dengan burung merpati, sesekali kulihat tupai memanjat pohon mangga. Daun-daun kering berguguran, angin membawanya terbang.
Terdengar lagu What a Wonderfull World yang dinyanyikan oleh Louis Amstrong dari radio milik tetangga. Ku hirup udara segar, berharap dan berdoa agar bumi selalu sesehat ini. Terima kasih sudah hidup.
Kuperhatikan langit oren berawan abu-abu pertanda mendung. Ilalang menari berduet dengan burung merpati, sesekali kulihat tupai memanjat pohon mangga. Daun-daun kering berguguran, angin membawanya terbang.
Terdengar lagu What a Wonderfull World yang dinyanyikan oleh Louis Amstrong dari radio milik tetangga. Ku hirup udara segar, berharap dan berdoa agar bumi selalu sesehat ini. Terima kasih sudah hidup.
"..And I think to myself, what a wonderful world."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar