1.3.20

What a Wonderful World

Kota Pahlawan dilanda hujan sejak sore tadi. Saya di teras rumah makan kue buatan Ibu ditemani What a Wonderfull World cover by Playing for Change. Aroma hujan membawa angan melayang menembus ruang dan waktu, menjelajahi imajinasi.

***
Suatu sore di teras rumah, hanya duduk-duduk santai dikursi kayu bercat biru. Menulis surat untuk seorang teman, ditemani induk ayam dan anaknya yang berkeliaran kesana-kemari. Kumbang-kumbang bersenda gurau dengan bunga liar, kupu-kupu bersayap abstrak dan semilir angin bersekutu  akan menebar nektar. Ranting-ranting berkolaborasi dengan gemericik air menghasilkan musik alam.

Kuperhatikan langit oren berawan abu-abu pertanda mendung. Ilalang menari berduet dengan burung merpati, sesekali kulihat tupai memanjat pohon mangga. Daun-daun kering berguguran, angin membawanya terbang.

Terdengar lagu What a Wonderfull World yang dinyanyikan oleh Louis Amstrong dari radio milik tetangga. Ku hirup udara segar, berharap dan berdoa agar bumi selalu sesehat ini. Terima kasih sudah hidup.

"..And I think to myself, what a wonderful world."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar