Kalau-kalau nanti tiga puluh atau delapan puluh tahun umurku
Aku harap diberi setahun atau enam bulan atau sebulan, seminggu
Sehari, sejam, sepuluh menit, atau dua menit
Agar aku bisa lebih memahami dan mengosongkan tanya
yang memburuku tanpa ampun, biar setidak-tidaknya eksistensiku diakui
Sekali dalam genggaman jejak waktu
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, apalagi seminggu
Tak pernah tertinggal sejejak pun waktu
Yang sotoynya ku tebak takkan mampu hingga nanti
Aku cemburu pada waktu-waktu yang haram ku katakan secara gamblang
Yang samar-samarnya mengkristal jadi artefak di angan, menghantui tiba-tiba
Sebulan, enam bulan, setahun, tujuh tahun atau sepertiga abad lamanya
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, atau setahun
Tak ada jejakku dalam jatah waktu
Maka tak sepetak pun ruang khusus untukku
Kecuali sedikit waktu yang sekadar berdetak tak berbekas
Dua menit, sepuluh menit, sejam, sehari, seminggu, setahun,
Tujuh tahun, tak pernah ada secuil jejak waktu





